Menu

PISAH SAMBUT KEPALA DINAS ESDM PROVINSI JAWA TIMUR

PISAH SAMBUT KEPALA DINAS ESDM PROV…

   JAKARTA - Menteri...

Giliran 566 Nelayan Tuban Kebagian Konkit Gratis

Giliran 566 Nelayan Tuban Kebagian …

Tuban, Pemerintah membagi...

Dirjen Migas Minta Nelayan Rawat Konverter Kit dari Pemerintah

Dirjen Migas Minta Nelayan Rawat Ko…

Tuban, Pemerintah terus m...

Ditjen Migas Selenggarakan Indonesia’s Oil and Gas Partnership Program 2017

Ditjen Migas Selenggarakan Indonesi…

Jakarta, Dalam rangka mem...

Yang Muda, Yang Cerita

Yang Muda, Yang Cerita

Kementerian Energi dan Su...

Prev Next
Super User

Super User

PISAH SAMBUT KEPALA DINAS ESDM PROVINSI JAWA TIMUR

  • Published in Berita

 

 JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan bahwa sekitar 265.000 rumah tangga di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tidak bisa menyambung listrik walaupun di wilayah tersebut ada kabel dan tiang listrik. Informasi ini ia peroleh dari Direktur PT PLN (Persero) yang membawahi provinsi DIY.


S
urabaya Senin 10 September  2018, bertempat di Ruang Kristal Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi jawa Timur  diselenggarakan acara Pisah Sambut  Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur yang dihadiri seluruh karyawan karyawti dan ASN Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. Acara ini bertujuan untuk merekatkan hubungan silaturahmi antara para pejabat baru dan yang lama dengan seluruh pegawai.

Dalam sambutannya Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur yang lama bapak Ir. Made Sukarta CES menyampaikan selama masa tugasnya yang kurang lebih 1 tahun 3 bulan, beliau tidak bekerja sendirian itu karena ada kerjasama antara beliau dengan bapak ibu di Dinas Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur. Beliau memohon maaf yang setulus-tulusnya apabila selama kurang lebih 1 tahun 3 bulan ada salah paham, beda penafsiran atau ada yang kurang berkenan baik itu berupa sikap, tindakan, dan perkataan. Dan beliau juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas bantuan bapak ibu di Dinas Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur selama beliau menjabat.

Harapan Bapak Ir. Made Sukarta., CES semoga di bawah kepemimpinan Bapak Ir.Setiajit   antara seluruh karyawan karyawti dan ASN Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur.bisa lebih bekerja sama dalam menjalankan tugas-tugas kedinasan/ Pemerintahan dan semakin maju kedepannya dengan program-programnya.   AAMIIN   (ARF)

Kementerian ESDM Dorong Transformasi Teknologi Ketenagalistrikan

  • Published in Berita

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy N Sommeng menjadi pembicara inti pada Seminar Nasional 3 Gatrik di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Depok, Kamis (12/10). Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Teknik Tenaga Listrik - Elektro (Gatrik) Universitas Indonesia dengan mengangkat tema: "Tranformasi Teknologi Ketenagalistrikan"

Dirjen Gatrik mengapresiasi acara Seminar ini mengingat saat ini Kementerian ESDM tengah berupaya untuk mendorong pemanfaatan teknologi di sektor ketenagalistrikan yang andal, berkualitas, dan ramah lingkungan guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dengan harga listrik yang terjangkau.

Andy juga menjelaskan tiga trend utama yang akan bertemu menjadi satu dan mengubah sistem ketenagalistrikan, yaitu: ElectrificationDecentralization, dan Digitalization. Perkembangan ke-tiga trend teknologi tersebut diprediksikan akan semakin meningkat dari tahun ke tahun, yang lonjakan teknologinya akan meningkat tajam sekitar tahun 2025, dan selanjutnya berkembang pesat mengikuti teknologi yang telah ada sebelumnya, seperti telepon, radio, kulkas dan TV untuk mencapai penetrasi 80% pasar. "Perkembangan atas tiga trend teknologi ini harus diantisipasi dan dipersiapkan secara dini oleh sektor ketenagalistrikan," ungkap Andy.

Selanjutnya Andy juga menjelaskan tentang "Energy Trilemma" atau tiga faktor penting yang harus diperhatikan dalam mengelola energi, yaitu: Energy SecurityEnergy Equity, Enviromental Sustainability. Energy Security, menurut Andy adalah bagaimana kita dapat menciptakan pengelolaan pasokan energi primer yang kita miliki dan energi dari luar secara efektif, menjaga keandalan infrastruktur energi dan kemampuan untuk memenuhi demand saat ini dan masa depan. Sedangkan Energy Equity adalah menciptakan accessibility dan affordability pasokan energi untuk seluruh masyarakat. Sementara itu Enviromental Sustainability adalah menciptakan pemanfaatan energi secara bersih dan ramah lingkungan seperti antara lain, pengembangan energi terbarukan dan sumber rendah carbon lainnya, dan efisiensi di sisi supply and demand.

Penerapan "Energy Trilemma" dilakukan dengan cara penambahan kapasitas pembangkit, distribusi yang adil, harga listrik terjangkau, dan dapat diterima masyarakat secara andal, berkualitas dan ramah lingkungan. "Transformasi teknologi ketenagalistrikan akan berkembang dengan sangat cepat, untuk itu semuanya harus dapat mempersiapkan diri agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan bagi kemakmuran rakyat," ungkap Andy.

Hadir dalam acara tersebut Dekan Fakultas Teknik UI Dr. Dedi Priadi, Ketua Dewan Pembina Kagatrik UI Ir MSc, beberapa guru besar, dosen, dan mahasiwa Teknik Elektro UI. Dalam sambutannya Jarman menyampaikan bahwa saat ini teknologi baterai untuk kendaraan listrik semakin maju, hanya saja harganya belum cukup murah. Ia berpesan bahwa perlu sinergi antara riset yang dilakukan perguruan tinggi dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga harga baterai semakin murah dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan salah satunya kendaraan listrik. Andy menyambut baik usulan tersebut dan berharap agar hasil dari seminar ini disampaikan kepada pemerintah agar dapat menjadi masukan bagi perumusan kebijakan di sektor ketenagalistrikan.(PSJ)

Dirjen Migas Minta Nelayan Rawat Konverter Kit dari Pemerintah

  • Published in Berita

Tuban, Pemerintah terus mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan kecil, antara lain dengan memberikan paket perdana konverter kit (konkit) sejak tahun 2016. Para nelayan penerima konkit diharapkan dapat merawat peralatan yang diterimanya secara gratis tersebut.

"Ini (konkit) dirawat ya. Di sini ada bengkel, nanti kalau ada kerusakan bisa diperbaiki. Tolong Bapak-bapak bisa merawat peralatan yang dibagikan Pemerintah," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial pada acara Pembagian Konverter Kit Untuk Nelayan kecil di Mangrove Center Tuban, Rabu (20/9) siang.

Ego mengatakan, para nelayan yang menerima paket perdana ini termasuk beruntung karena tidak semua nelayan dapat menikmati fasilitas ini. Keterbatasan anggaran Pemerintah, membuat pembagiannya harus berdasarkan prioritas. "Proses penentuan lokasi pembagian konkit merupakan kerja sama yaitu Kabupaten, Kementerian ESDM dan DPR RI. Kalau dilihat dari jumlah nelayan yang terbatas, kita bagi (konkit) berdasarkan skala prioritas," katanya.

3b24b0bd6c3a9ea57a215b2f3c6a677b.jpg

Untuk tahun ini, sebanyak 566 nelayan di Tuban memperoleh paket perdana konkit atau terbanyak dibandingkan daerah lainnya. Ini merupakan kali kedua karena tahun lalu sebanyak 330 nelayannya juga telah mendapat konkit. Paket konversi BBM ke LPG yang akan dibagikan adalah menggunakan mesin penggerak berbahan bakar bensin, tabung LPG 2 unit beserta isinya, konverter kit berikut aksesorisnya (reducer, regulator, mixer, dll) serta as panjang dan baling-baling.

Dalam dialog dengan nelayan, termasuk juga penerima peralatan tahun lalu, pada umumnya mereka tidak mengalami kesulitan dalam merawat konkit tersebut. Sebaliknya, mereka sangat berterima kasih karena merasa terbantu karena sejak menggunakan konkit berbahan bakar LPG ini, biaya operasional melaut dapat ditekan.

"Saya sudah dapat bantuan terlebih dahulu dan sudah merasakan (manfaatnya) karena selisih atau perbandingan dengan pakai bensin dan LPG, kalau saya 3 hari 1 tabung (LPG). Mungkin (nelayan) yang lain, saya tidak mengerti. Kalau menggunakan bensin, perlu 3 sampai 4 liter. Ini yang sudah saya rasakan," aku Kasnadi yang menerima paket tahun lalu.

Pembagian konkit oleh Pemerintah untuk nelayan kecil ini juga mendapat dukungan DPR RI. Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya W. Yudha yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, pembagian konkit merupakan ide yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. (TW)

Giliran 566 Nelayan Tuban Kebagian Konkit Gratis

  • Published in Berita

Tuban, Pemerintah membagikan 566 paket perdana konverter kit (konkit) kepada nelayan Desa Suko, Widang, Jenu dan Bancar, Kabupaten Tuban. Ini merupakan kali kedua nelayan di kota tersebut memperoleh bantuan paket konkit secara gratis. Sebelumnya pada tahun 2016, sebanyak 330 paket konkit telah dibagikan ke nelayan di Tuban.

Pembagian konkit untuk nelayan di Tuban ini, secara simbolis dilakukan di Mangrove Center, Tuban, Rabu (20/9) oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial serta Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Yudha. Hadir pula dalam acara ini, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso dan Region Manager Domestic Gas MOR V, Y. Hardjono dan wakil dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban.

c30301c0ab662dfc2940a9f0396e3795.JPGPembagian konkit untuk nelayan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi energi yaitu menyediakan alternatif energi yang dapat digunakan masyarakat. LPG dipilih sebagai energi alternatif yang dapat digunakan oleh nelayan karena sudah familiar di masyarakat serta kinerja mesin penggerak yang menggunakan LPG relatif sama dengan motor berdaya rendah.

Program konversi BBM ke LPG untuk nelayan juga bertujuan memberikan energi yang murah, bersih, aman dan ramah lingkungan. Selain itu juga membantu mengelola ekonomi masyarakat nelayan agar lebih sejahtera.

Nelayan Tuban yang tahun ini mendapat 566 paket perdana konkit merupakan terbesar dibandingkan kabupaten/kota lainnya. Pada tahun 2017, dibagikan 16.981 paket konkit dengan anggaran Rp 120,92 miliar untuk 26 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Demak, Pasaman Barat, Banyuwangi, Jembrana, Tuban, Lombok Barat, Lombok Timur, Makasar, Gorontalo, Karangasem, Pasuruan, Cilacap, Sukabumi, Probolinggo, Mamuju, Labuhan Batu, Agam, Pemalang, Pekalongan, Lamongan, Malang, Maros, Jeneponto, Sopeng dan Kota Padang, Makassar dan Surabaya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Ego Syahrial mengatakan, kemampuan anggaran negara untuk menyediakan paket konkit untuk nelayan sangat terbatas apabila dibandingkan dengan jumlah nelayan kecil di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, usulan maupun pelaksanaan pembagian konkit harus dilaksanakan berdasarkan skala prioritas. "Proses penentuan lokasi pembagian konkit merupakan kerja sama yaitu Kabupaten, Kementerian ESDM dan DPR RI. Kalau dilihat dari jumlah nelayan yang terbatas, kita bagi (konkit) berdasarkan skala prioritas," ujar Ego.

4a6a39f120b5717438ce35e8fa5a6f8c.JPG

Kementerian ESDM c.q. Ditjen Migas menugaskan PT Pertamina (Persero) untuk melaksanakan program penyediaan, pendistribusian dan pemasangan Paket Perdana LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di berbagai daerah seluruh Indonesia sejak 2016. Pada tahun lalu, Pemerintah telah mendistribusikan 5.473 unit paket perdana konverter kit di 10 Kota/Kabupaten pada 5 provinsi.

Menurut Ego Syahrial, program konversi BBM ke LPG bukan hanya menjadi tugas Pemerintah saja, tetapi juga membutuhkan partisipasi dan kerja sama semua pihak. Semua pihak harus terlibat dalam penyediaan alokasi gas bumi, ketersediaan dan pengoperasian infrastruktur untuk penyediaan dan pendistribusian LPG, serta jaminan ketersediaan LPG bagi para nelayan kecil pengguna menjadikan program konversi BBM ke LPG menjadi investasi bersama adalah salah satu cara.

Lebih lanjut dia mengatakan, badan usaha milik negara dan swasta dapat terlibat dalam penyediaan dan pendistribusian LPG untuk nelayan yang optimal. Selain itu, diperlukan juga keterlibatan badan usaha untuk layanan pemeliharaan konverter kit dan mesin kapal nelayan pengguna LPG, sehingga penggunaan LPG oleh para nelayan dapat dirasakan manfaatnya secara berkesinambungan.

Di samping itu, Pemerintah akan mendukung dalam seluruh aspek, yaitu aspek regulasi yang menjamin kepastian alokasi gas bumi untuk bahan baku kilang LPG, mendorong badan usaha untuk senantiasa menyediakan dan mendistribusikan LPG kepada nelayan, menetapkan harga gas bumi dan harga LPG yang optimum, menyiapkan porsi subsidi yang tepat sasaran untuk mendukung program konversi terjadi.

cdd756e4d314781964b7c168f721ae71.jpg

"Kemudian, sebagai langkah pendorong dan memasyarakatkan pemanfaatan LPG untuk nelayan, Pemerintah juga mendukung konversi dengan mendistribusikan konverter kit BBM ke LPG secara gratis," tambahnya.

Nelayan yang berhak menerima konkit nelayan harus memenuhi persyaratan, antara lain memiliki kapal dengan ukuran 5 GT, berbahan bakar bensin, memiliki daya mesin lebih kecil atau sama dengan 13 HP, menggunakan jenis alat tangkap yang ramah lingkungan serta belum pernah menerima bantuan sejenis.

Program pembagian paket perdana konverter kit BBM ke LPG dikhususkan untuk nelayan kecil dengan aktivitas mencari ikan sekitar 10 jam perhari atau bisa disebut one day fishing. Paket konversi BBM ke LPG yang akan dibagikan adalah menggunakan mesin penggerak berbahan bakar bensin, tabung LPG 2 unit beserta isinya, konverter kit berikut aksesorisnya (reducer, regulator, mixer, dll) serta as panjang dan baling-baling.

Penggunaan LPG dibandingkan BBM untuk nelayan kecil mendatangkan manfaat ekonomi yang besar. Berdasarkan penelitian dan pengalaman lapangan, penggunaan 1 tabung LPG 3 kg dapat disetarakan dengan 7 liter bensin, sehingga apabila unsur subsidi ditiadakan dalam perhitungan keekonomian, maka perbandingan nilai pengeluaran yang menjadi beban nelayan adalah Rp. 33.000 (harga 3 kg LPG non-subsidi) berbanding dengan Rp. 52.500 (harga 7 liter Bensin non-subsidi/Pertalite). Dengan demikian, terdapat selisih sebesar Rp. 19.500 yang dapat disisihkan untuk setiap penggunaan satu tabung LPG 3 kg pada saat nelayan mencari ikan. Penghematannya mencapai 50-60%. (TW)

 

Subscribe to this RSS feed

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

wmt Joomla Module