Menu

Super User

Super User

2019, Jatim target terealisasi listrik sampai pelosok desa

  • Published in Berita

 

 

 

 

 

2019, Jatim target terealisasi listrik sampai pelosok desa secara bertahap

 

 

DINAS ESDM PROVINSI JAWA TIMUR  Dalam rangka menyongsong target 2019 seluruh Wilayah desa di Jawa Timur teraliri Listrik maka baru baru ini tim Dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur (17/05/2018)  melakukan Sinkronisasi Program Kegiatan dan peninjauan lokasi bantuanInstalasi Rumah/Sambungan Rumah (IR/SR) di Kecamatan Gandusari dan Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Dengan melakukan peninjauan langsung ke lapangan adalah  untuk mengetahui sampai sejauhmana kesiapan dari Kecamatan Gandusari dan Kecamatan Garum yang akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan instalasi Rumah/Sambungan Rumah.

Kecamatan Gandusari ada 4 Desa yang diusulkan yaitu Desa Krisik dengan jumlah KK sebanyak 36 KK, Desa Semen 110 KK, Desa Slumbung 14 KK, dan Desa Tulungrejo 22 KK.

Kecamatan Garum ada 2 desa yang diusulkan yaitu Desa karangrejo terdiri dari 154 KK dan Desa Slorok 345 KK.

Dari hasil sinkonisasi Program  lapangan untuk usulan bantuan IR/SR pada masyarakat kurang mampu , khususnya Kecamatan Garum dan Kecamatan Gandusari dan ternyata masih belum membentuk Pokmas (Kelompok Masyarakat).

Maka segera membentuk Kelompok Masyarakat agar dalam proses penerimaan hibah bantuan IR/SR dapat segera terealisasikan dengan cepat. (ARF)

 

BBM Satu Harga di Nusa Penida, Kini Beli Bensin Lebih Dekat

  • Published in Berita

KLUNGKUNG - Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali menjadi titik ke-27 beroperasinya lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga. Setelah diresmikan Sabtu (4/11) siang, pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di pulau terluar ini pun bertambah.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak yang baru beroperasi ini memiliki kapasitas tangki penyimpanan 20 kilo liter (kl) untuk Solar, 20 kl Premium, 20 kl Pertalite, 3 kl Pertamax dan Dexlite 5 kl. Pasokan BBM untuk SPBU ini berasal dari Terminal BBM Manggis, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali.

I Made Sumitra, pecalang (petugas keamanan) di Banjar (Lingkungan) Nyuh Kukuh, Desa Ped, Nusa Penida, mengaku senang dengan adanya SPBU Kompak yang baru beroperasi ini. "Untung ada di sini, karena saya di daerah Nyuh Kukuh, dekat saya membeli bensin, ndak jauh ke sana (Desa Sintal) lagi. Apalagi kalau malam atau sore harus beli bensin, kan dekat. Ini juga kan untuk pariwisata," ujarnya.

SPBU Kompak ini memang memiliki jarak yang dekat dari Pelabuhan Nyuh di Nusa Penida, yakni 150 meter saja. Sebelumnya telah ada dua SPBU lain yang beroperasi, satu di wilayah Sintal berjarak 6 kilometer dan di wilayah Ketapang berjarak sekitar 15 km dari Pelabuhan Nusa Penida.

Tidak jauh berbeda dengan Sumitra, Made Natalia, pegawai di salah satu operator kapal cepat Sanur-Nusa Penida, menyebutkan bahwa adanya SPBU Kompak ini membantu operasional kapal cepat. "Dulu kita susah cari bahan bakar, untung ada SPBU di sini sudah lebih bagus. Kalau misalnya mau ditambah (SPBU) lagi, lebih baik lagi di pelabuhan ini. Karena di sini kan ada beberapa kapal cepat yang membutuhkan bensin. Sekarang juga lebih gampang (beli BBM). Dulu pernah kehabisan BBM, karena cuma ada dua (SPBU), itu pun jauh-jauh sekali, kalau beli di pengecer Rp.7.000," jelasnya.

Rekan Sumitra lainnya, Made Mudita, berharap daerah Nusa Penida tidak susah lagi untuk mendapatkan BBM. "Dulu sebelum ada SPBU ini, kan ada dua SPBU, tapi di Nusa Penida sering kehabisan (BBM). Mungkin karena banyak yang beli. Mudah-mudahan sekarang ini ada terus," harapnya.

Pemerintah terus berupaya untuk mewujudkan energi berkeadilan, terutama untuk masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), termasuk di Pulau Nusa Penida, agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. "Kegiatan perekonomian di Nusa Penida harus meningkat dengan adanya lembaga penyalur baru ini. Jadi itu yang diharapkan Pemerintah. Pemerintah menerapkan BBM Satu Harga ini bukan tanpa alasan, ini untuk me-leverage pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah 3T," tutur Anggota Komite BPH Migas M. Ibnu Fajar.

"Saya melihat di Nusa Penida ini untuk wisata sudah cukup berkembang. Kita berharap akan lebih berkembang lagi. Semua itu berhubungan dengan energi. Energinya harus dipenuhi dulu, salah satunya BBM. Kita berharap ini jadi momentum yang bagus. Khususnya bagi masyarakat Nusa Penida, dan Kabupaten Klungkung pada umumnya, ini bisa secara cepat untuk pertumbuhan ekonominya, akan kita dorong," pungkas Ibnu.

Setelah di Nusa Penida, Pemerintah akan meresmikan 27 titik lainnya untuk memenuhi target 59 titik BBM Satu Harga di 2017.

 

Tahun 2018, akan dibangun 52 penyalur di wilayah dengan infrastruktur dan laut terbatas sebanyak dan pada tahun 2019 akan dibangun 46 penyalur di wilayah dengan infrastruktur darat dan laut yang cukup sulit. (DKD)

Pengembangan EBT dengan Harga Listrik Yang Terjangkau Bagi Rakyat

  • Published in Berita

Peraturan Menteri ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Listrik, telah mencabut Permen sebelumnya yaitu Permen ESDM Nomor 43 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Permen ESDM Nomor 12 Tahun 2017. Perubahan mendasar dari Beleid ini adalah pada penentuan harga pembelian tenaga listrik. Dengan tujuan utama, agar harga listrik yang bersumber dari Energi Terbarukan mempunyai harga yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat Indonesia.

Untuk Harga Pembelian tenaga listrik, terdapat dua ketentuan. Pertama, harga pembelian tenaga listrik jenis PLTS Fotovoltaik, PLTB, PLTBm, PLTBg, PLTA Laut adalah jika Biaya Pokok Produksi (BPP) Pembangkit di sistem ketenagalistrikan setempat lebih besar dari rata-rata BPP Nasional, maka harga pembelian maksimal 85 % dari BPP Pembangkit setempat. Namun bila BPP Pembangkit di sistem ketenagalistrikan setempat lebih kecil atau sama dengan rata-rata BPP Nasional, maka harga pembelian berdasarkan kesepakatan (business to business).

Kedua, untuk harga pembelian tenaga listrik jenis PLTA, PLT Sampah, dan PLTP adalah jika BPP Pembangkit di sistem ketenagalistrikan setempat lebih besar dari rata-rata BPP Nasional, maka harga pembelian maksimal 100 % dari BPP setempat. Namun bila BPP di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, atau wilayah ketenagalistrikan setempat lebih kecil atau sama dengan rata-rata BPP Nasional maka harga pembelian dilakukan berdasarkan kesepakatan (business to business).

Sementara itu, Jumlah kontrak investasi dari Independent Power Produser (IPP) menunjukkan tren peningkatan dalam empat tahun terakhir. Dari 15 kontrak PPA di tahun 2014, bertahap naik menjadi 60 kontrak PPA di tahun 2017.

Kementerian ESDM Dorong Transformasi Teknologi Ketenagalistrikan

  • Published in Berita

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy N Sommeng menjadi pembicara inti pada Seminar Nasional 3 Gatrik di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Depok, Kamis (12/10). Acara ini diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Teknik Tenaga Listrik - Elektro (Gatrik) Universitas Indonesia dengan mengangkat tema: "Tranformasi Teknologi Ketenagalistrikan"

Dirjen Gatrik mengapresiasi acara Seminar ini mengingat saat ini Kementerian ESDM tengah berupaya untuk mendorong pemanfaatan teknologi di sektor ketenagalistrikan yang andal, berkualitas, dan ramah lingkungan guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dengan harga listrik yang terjangkau.

Andy juga menjelaskan tiga trend utama yang akan bertemu menjadi satu dan mengubah sistem ketenagalistrikan, yaitu: ElectrificationDecentralization, dan Digitalization. Perkembangan ke-tiga trend teknologi tersebut diprediksikan akan semakin meningkat dari tahun ke tahun, yang lonjakan teknologinya akan meningkat tajam sekitar tahun 2025, dan selanjutnya berkembang pesat mengikuti teknologi yang telah ada sebelumnya, seperti telepon, radio, kulkas dan TV untuk mencapai penetrasi 80% pasar. "Perkembangan atas tiga trend teknologi ini harus diantisipasi dan dipersiapkan secara dini oleh sektor ketenagalistrikan," ungkap Andy.

Selanjutnya Andy juga menjelaskan tentang "Energy Trilemma" atau tiga faktor penting yang harus diperhatikan dalam mengelola energi, yaitu: Energy SecurityEnergy Equity, Enviromental Sustainability. Energy Security, menurut Andy adalah bagaimana kita dapat menciptakan pengelolaan pasokan energi primer yang kita miliki dan energi dari luar secara efektif, menjaga keandalan infrastruktur energi dan kemampuan untuk memenuhi demand saat ini dan masa depan. Sedangkan Energy Equity adalah menciptakan accessibility dan affordability pasokan energi untuk seluruh masyarakat. Sementara itu Enviromental Sustainability adalah menciptakan pemanfaatan energi secara bersih dan ramah lingkungan seperti antara lain, pengembangan energi terbarukan dan sumber rendah carbon lainnya, dan efisiensi di sisi supply and demand.

Penerapan "Energy Trilemma" dilakukan dengan cara penambahan kapasitas pembangkit, distribusi yang adil, harga listrik terjangkau, dan dapat diterima masyarakat secara andal, berkualitas dan ramah lingkungan. "Transformasi teknologi ketenagalistrikan akan berkembang dengan sangat cepat, untuk itu semuanya harus dapat mempersiapkan diri agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan bagi kemakmuran rakyat," ungkap Andy.

Hadir dalam acara tersebut Dekan Fakultas Teknik UI Dr. Dedi Priadi, Ketua Dewan Pembina Kagatrik UI Ir MSc, beberapa guru besar, dosen, dan mahasiwa Teknik Elektro UI. Dalam sambutannya Jarman menyampaikan bahwa saat ini teknologi baterai untuk kendaraan listrik semakin maju, hanya saja harganya belum cukup murah. Ia berpesan bahwa perlu sinergi antara riset yang dilakukan perguruan tinggi dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga harga baterai semakin murah dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan salah satunya kendaraan listrik. Andy menyambut baik usulan tersebut dan berharap agar hasil dari seminar ini disampaikan kepada pemerintah agar dapat menjadi masukan bagi perumusan kebijakan di sektor ketenagalistrikan.(PSJ)

Subscribe to this RSS feed

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

wmt Joomla Module