Menu

Penataan Ruang Diperlukan Untuk Memperkecil Resiko Bencana

BANDUNG - Letak Geografis Indonesia yang berada dalam kerangka tektonik aktif, membuat negara ini rentan akan beragam bahaya yang diakibatkan alam. Diiringi dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi dan berkembangnya permukiman, diantaranya sampai merambah ke daerah yang rentan terlanda bencana, yang memunculkan resiko yang terbilang luar biasa. Pemerintah Indonesia perlu membuat ruang untuk memperkecil resiko terkena bencana. Demikian benang merah sambutan Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ego Syahrial di acara Final Workshop of Georisk Project di Bandung hari ini, Rabu (22/3). "Berbagai jenis bahaya geologi ada di seluruh Indonesia, antara lain: gerakan tanah (longsor), gempa bumi, letusan gunung api dan gelombang pasang air laut (tsunami). Setiap tahun bahaya tersebut menimbulkan banyak korban jiwa maupun kerugian material. Sehingga perlu menata ruang untuk kehidupan dalam rangka memperkecil risiko terlanda bencana," ujar Ego. Badan Geologi berperan sebagai penyedia layanan data geologi yang berkenaan dengan pengelolaan mitigasi bencana di tingkat nasional maupun di tingkat lokal, melakukan penyelidikan dan penelitian kegeologian, penyelidikan geologi lingkungan, pemetaan sumberdaya geologi, pemetaan kawasan rawan bencana (KRB), early warning system, tanggap darurat, sosialisasi yang intensif kepada masyarakat,lanjut Ego. "Badan geologi sudah mengeluarkan peta KRB Gunungapi, Gempabumi, Tsunami, dan Peta Kerentanan Gerakan Tanah. Peta ini terus diperbaharui secara periodik," tegas Ego.

back to top

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

wmt Joomla Module