Menu

Perbanyak Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik, Jonan Minta Pemerintah Daerah Ikut Fasilitasi

Perbanyak Stasiun Pengisian Kendara…

Perbanyak Stasiun Pengisi...

Ditjen Migas Selenggarakan Indonesia’s Oil and Gas Partnership Program 2017

Ditjen Migas Selenggarakan Indonesi…

Jakarta, Dalam rangka mem...

Yang Muda, Yang Cerita

Yang Muda, Yang Cerita

Kementerian Energi dan Su...

Groundbreaking PLTU Jawa 4, Menteri ESDM Amanatkan Penggunaan Tenaga Kerja Setempat

Groundbreaking PLTU Jawa 4, Menteri…

Menteri Energi dan Sumber...

Lantik Anggota DEN dan Pejabat Kementerian ESDM, Jonan: Buat Kebijakan yang Masuk Akal dan Dapat Dilaksanakan

Lantik Anggota DEN dan Pejabat Keme…

Menteri Energi dan Sumber...

Prev Next

2017, Target Investasi ESDM Rp678,8 Triliun

EBTKE-- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MESDM) Ignasius Jonan berharap investasi sektor ESDM dapat lebih baik pada tahun mendatang.

Dalam sambutan acara Peluncuran Inovasi Layanan Investasi 3 Jam Sektor ESDM (ESDM3J), Selasa, 31 Januari 2017, Jonan memaparkan realisasi investasi ESDM tahun 2016 yang lalu (belum termasuk investasi hulu migas) sebanyak Rp 95,7 triliun dengan inovasi layanan diharapkan akan dapat mendukung pencapaian target investasi sektor ESDM yang pada tahun 2017 diperkirakan sekitar US$43 miliar Rp568 triliun.

"Kontribusi sektor ESDM menjadi penting untuk mendukung pencapaian target realisasi investasi tahun ini yang ditargetkan mencapai Rp 678,8 triliun,"katanya.

Jonan juga meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk lebih aktif menjadi penjuru untuk mendorong semua perijinan setelah dari BKPM bisa lebih cepat. ”Dari segi perijinan, sekali lagi kami mohon Kepala BKPM bisa menjadi penjuru, kita dukung,” ujar dia.

Menurut Jonan, realisasi investasi seharusnya dapat ditingkatkan karena komitmennya sudah ada dari sub sektor minyak dan gas bumi komitmen investasinya mencapi Rp 276 trliun, sub sektor kelistrikan dan panas bumi Rp 135 triliun, sub sektor mineral dan batubara Rp 91 triliun. “Total komitmen investasi sektor ESDM mencapai lebih dari Rp 500 triliun jika realisasinya baru kurang dari 100 triliun itu baru 20 persen menjadi masih ada 80 persen lagi dari 500 triliun,” tuturnya.

Jonan menyarankan agar BKPM membuat standart operation procedure (SOP) pelayanan perijinan yang cepat berbasis web atau online dan dalam prosos pembuatan SOP-nya diminta untuk melibatkan stakeholder terkait yang memahami bisnis prosesnya. “Saran saya di BKPM dibentuk tim kecil yang memasukkan juga stakeholdernya dari industry agar dapat memberikan masukkan SOP sebenarnya yang diharapkan itu seperti apa, karena banyak dari kita yang tidak pernah menjadi usahawan,” pungkasnya.

Last modified onWednesday, 01 February 2017 11:00
back to top

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

wmt Joomla Module